Mandailing Natal (27/11/2025) — Sebuah prestasi membanggakan kembali diukir oleh Lurah Kota Siantar, Alamria Pramana, S.Pd.I., M.Pd, yang terus menunjukkan dedikasi dan konsistensinya dalam membawa Kelurahan Kota Siantar menjadi salah satu wilayah terbaik dalam bidang pelayanan publik, penegakan hukum berbasis masyarakat, serta pembangunan sosial yang inklusif. Setelah pada tahun 2024 berhasil meraih Juara 1 Lomba Innovative Goverment Award Tingkat Kabupaten Mandailing Natal, tahun ini beliau kembali menorehkan sejarah baru ditingkat Nasional dengan meraih Penghargaan Peacemaker Justice Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, Kelurahan Kota Siantar juga dianugerahi Medali Anubhawa Sasana Jagaddhita, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada desa atau kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, penyelesaian sengketa non-litigasi, serta pencapaian kemajuan sosial dan ekonomi secara seimbang. Medali ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi merupakan pengakuan negara atas keberhasilan Kelurahan Kota Siantar menjaga harmoni, ketertiban, serta membangun ekosistem masyarakat yang sadar hukum, berdaya, dan sejahtera.
Ajang Peacemaker Justice Award 2025 diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 24–27 November 2025 dan menjadi salah satu pertemuan terbesar bagi desa dan kelurahan dari seluruh Indonesia. Sebanyak 130 kepala desa dan lurah hadir sebagai peserta dan nominator dalam ajang bergengsi ini. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Hukum RI, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum, seorang tokoh hukum nasional yang selama ini aktif mendorong penguatan akses keadilan melalui pemberdayaan desa dan kelurahan.
Pada penutupan acara, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., memberikan penghargaan kepada para nominator dan pemenang serta menekankan pentingnya peran desa/kelurahan sebagai garda terdepan dalam penyelesaian konflik, perlindungan masyarakat, dan pembangunan nasional.

Foto Bersama dengan Kepala Kantor dan Penyuluh Hukum Kementerian Hukum Wilayah Sumatera Utara
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran pejabat-pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Desa, PDT RI, Wakil Menteri Desa, PDT, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, pejabat Eselon dari Kementerian Dalam Negeri dan juga Kepala BUA Mahkamah Agung serta jajaran Hakim Yudisial. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan bahwa program Peacemaker Justice Award bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat peran desa dan kelurahan dalam pembangunan hukum yang humanis, partisipatif, dan berkeadilan.
Keberhasilan Kelurahan Kota Siantar meraih medali dan penghargaan nasional tidak terlepas dari berbagai program inovatif yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Alamria Pramana, Kelurahan Kota Siantar dikenal sebagai kelurahan yang aktif mendorong:
Inovasi penyelesaian sengketa masyarakat berbasis musyawarah
Pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan
Penguatan kelembagaan adat dan tokoh masyarakat dalam menjaga harmoni
Program literasi hukum untuk masyarakat
Pelayanan administrasi berbasis digital dan transparan
Gerakan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM dan koperasi warga

Lurah Kota Siantar menerima Penghargaan Juara 1 Lomba Inovasi Goverment Award dari Bupati Mandailing Natal
Melalui pendekatan yang kolaboratif, partisipatif, dan humanis, Kelurahan Kota Siantar berhasil menunjukkan bahwa pembangunan desa/kelurahan tidak harus bergantung semata-mata pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan, keteladanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya setelah menerima penghargaan, Lurah Kota Siantar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak:
“Alhamdulillah, ini adalah penghargaan yang sangat berarti bagi kami. Peacemaker Justice Award dan Medali Anubhawa Sasana Jagaddhita bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi amanah besar untuk terus bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami sangat bersyukur bahwa kerja keras ini membuahkan hasil.”
Beliau juga menegaskan bahwa prestasi ini tidak mungkin dicapai tanpa dukungan Pemerintah Daerah:
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Mandailing Natal, Bapak H. Saipullah Nasution, SH., MM dan Wakil Bupati Mandailing Natal Ibu Atika Azmi Utammi Nasution, yang selalu memberikan arahan, motivasi, dan dukungan penuh kepada Kelurahan Kota Siantar. Beliau selalu mendorong kami untuk berinovasi, bergerak cepat, dan bekerja sepenuh hati. Penghargaan ini adalah bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kelurahan berjalan baik.”
Lurah Kota Siantar juga mengungkapkan apresiasi kepada seluruh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga:
“Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Siantar. Mereka adalah kekuatan terbesar kami. Tanpa kolaborasi perangkat kelurahan, RT/RW, tokoh adat, pemuda, perempuan, dan seluruh elemen warga, penghargaan ini tidak akan pernah kita raih. Semoga ini menjadi motivasi untuk membawa Kelurahan Kota Siantar semakin maju, mandiri, dan berdaya.”
Dengan dua penghargaan nasional berturut-turut, Kelurahan Kota Siantar semakin diperhitungkan sebagai role model dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta pelayanan publik yang inovatif. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelurahan dan desa lain di Mandailing Natal dan Indonesia.
Program Peacemaker Justice Award 2025 menjadi bukti bahwa Kelurahan Kota Siantar telah melampaui ekspektasi dan mampu tampil sebagai salah satu kelurahan terbaik dalam penegakan hukum dan pembangunan masyarakat di tingkat nasional. (Admin)
