Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Panyabungan Miswar Husin, S.Pi., M.Si, Lurah Kota Siantar Alamria Pramana, S.Pd.I., M.Pd, serta perwakilan dari Kepolisian Resor Mandailing Natal dan Kepolisian Sektor Panyabungan. Hadir pula para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, santri dan santriwati, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Kota Siantar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.


Camat Panyabungan Miswar Husin, S.Pi., M.Si
Dalam sambutannya, Camat Panyabungan Miswar Husin, S.Pi., M.Si menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat dengan hikmah bagi umat Islam. Ia menegaskan bahwa Isra Mi’raj harus dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan dan menghibur diri melalui muhasabah, serta meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Lurah Kota Siantar Alamria Pramana, S.Pd.I., M.Pd dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai jalan menuju Islam yang kaffah, yaitu Islam yang dipahami dan diamalkan secara menyeluruh dalam kehidupan, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun hubungan sosial. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj, khususnya perintah shalat, harus menjadi pedoman utama dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berintegritas.
Selanjutnya, Aiptu Emil Salim selaku perwakilan dari pihak Kepolisian menyampaikan bahwa Isra Mi’raj merupakan momentum pencarian jati diri umat Islam yang ditandai dengan lahirnya perintah ibadah shalat. Ia menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama, sehingga apabila shalat ditegakkan dengan baik, maka akan terbentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Aiptu Agus Salim juga menyoroti pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, khususnya di lingkungan generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba dengan memperkuat iman, pengawasan sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Isra Mi’raj dapat menjadi benteng moral yang kuat dalam mencegah perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Peringatan Isra’ Mi’raj juga menampilkan segala prestasi dan juga kebolehan dari Santriwan dan Santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Syahrani Bariah Zulkarnaen meliputi Hadroh, puisi, Pidato 3 Bahasa dan Sandiwara kisah Israa’ Mi’raj yang diperankan oleh para santri.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar masyarakat Kelurahan Kota Siantar senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman. Melalui kegiatan ini, diharapkan pesan-pesan keagamaan dan sosial dari peristiwa Isra Mi’raj dapat terus diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat demi terwujudnya lingkungan yang religius, aman, dan harmonis.

