Kotasiantar, 20 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan deteksi dini dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) Dinas Kesehatan Mandailing Natal dalam hal ini menindaklanjuti Surat dari Kementrian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, tanggal 24 September Nomor: PM.01.01/C.III/3555/2024 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Penemuan Kasus TBC dengan Pemeriksaan Radiografi Toraks dan Pemberian TPT pada Populasi Beresiko Tahun 2024-2025. Kabupaten Mandailing Natal merupakan salah satu kabupaten yang terpilih pada 55 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Maka kali ini Kelurahan Kotasiantar yang menjadi tuan rumah pada tanggal 20 Januari 2025 pada kegiatan tersebut yang diadakan di Sopo Godang disamping Kantor Kelurahan Kotasiantar telah sukses dilaksanakan dan diikuti oleh para warga yang sangat antusias. Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus-kasus TBC yang belum terdeteksi dan memberikan pengobatan secara dini kepada penderita, guna mencegah penyebaran penyakit ini ke masyarakat luas.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemeriksaan radiografi toraks atau foto rontgen menjadi salah satu metode unggulan dalam proses skrining TBC. Radiografi toraks memungkinkan petugas medis untuk melihat perubahan pada jaringan paru-paru yang bisa menjadi indikasi adanya infeksi TBC, terutama pada individu yang berisiko tinggi namun tidak menunjukkan gejala yang jelas. Dengan menggunakan teknologi ini, diharapkan penemuan kasus dapat lebih cepat dilakukan, sehingga penderita bisa segera mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Kepala Puskesmas Panyabungan Jae, dr. Yulida Nehri Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengendalikan penyebaran TBC di Kabupaten Mandailing Natal. “Tuberkulosis adalah penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Program ACF ini merupakan upaya proaktif kita untuk menemukan dan mengobati penderita TBC sedini mungkin. Melalui pemeriksaan radiografi toraks, kita dapat mendiagnosis TBC pada tahap awal, meskipun pasien belum menunjukkan gejala yang jelas,” ujar dr. Yulida.
Kegiatan ACF ini melibatkan seluruh tenaga medis di puskesmas, serta tenaga kesehatan lainnya yang telah dilatih dalam penanganan TBC. Pemeriksaan radiografi toraks dilakukan pada peserta yang datang ke fasilitas kesehatan yang terlibat, di mana mereka juga diberikan edukasi terkait tanda dan gejala TBC, cara pencegahan penularan, serta pentingnya pengobatan yang tuntas bagi penderita TBC.

Pemeriksaan Pasien TBC di Kelurahan Kotasiantar
Program ACF di Kotasiantar telah dilaksanakan di beberapa titik lokasi strategis, termasuk pusat-pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit. Masyarakat yang berisiko tinggi terhadap TBC, seperti mereka yang sering berhubungan dengan penderita TBC aktif atau memiliki faktor risiko lain, seperti gangguan imun, sangat dianjurkan untuk mengikuti pemeriksaan ini. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk lebih peduli terhadap pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bagi mereka yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, serta penurunan berat badan yang tidak wajar.
Salah satu bagian dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan TBC. Dalam pengobatan TBC, ketepatan waktu dan kepatuhan sangat penting untuk memastikan bahwa bakteri TBC benar-benar hilang dari tubuh pasien dan tidak menyebabkan resistensi terhadap obat.
Dalam pelaksanaan kegiatan ACF ini juga melibatkan berbagai organisasi masyarakat, termasuk kelompok masyarakat dan tokoh lokal, untuk membantu menyosialisasikan program ini secara luas kepada warga. Edukasi mengenai TBC juga dilakukan melalui berbagai media, baik itu media cetak, media sosial, maupun melalui pertemuan tatap muka di komunitas.
Lurah Kotasiantar, Alamria Pramana, S.Pd.I, M.Pd juga menjelaskan “Dengan adanya kegiatan seperti ini yang diselenggarakan langsung oleh Dinas Kesehatan, semoga dapat menemukan lebih banyak kasus TBC yang sebelumnya tidak terdiagnosis, serta mencegah penyebarannya di masyarakat”. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kota Siantar untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun-tahun mendatang, sesuai dengan kebijakan kesehatan nasional.
Pemeriksaan radiografi toraks yang digelar dalam kegiatan ACF ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru mereka dan secara aktif terlibat dalam program-program pencegahan TBC yang diadakan oleh pemerintah. Dinas Kesehatan Kota Siantar juga menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program-program kesehatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan TBC, diharapkan Kota Siantar dapat mencapai kondisi bebas TBC di masa depan, dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pengendalian penyakit menular yang efektif dan efisien.(Admin)
