Mandailing Natal, 24 September 2025 – Upaya meningkatkan minat baca dan kesadaran literasi bangsa terus digencarkan melalui berbagai kegiatan strategis. Salah satunya melalui Seminar Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal di Aula SMA Negeri 2 Plus Marbisuk Panyabungan, dengan tema “Tumbuhkan Minat Baca, Tingkatkan Literasi Bangsa”.

Acara yang berlangsung meriah ini dipandu oleh Khofifah Indah Al-Husna, M. Pd dari relawan Literasi Masyarakat Mandailing Natal dengan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, Alamria Pramana, S.Pd.I., M.Pd., NL.P, Penggiat Literasi Digital yang didapuk menjadi salah satu pembicara utama. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Agus Rusmana, MA, akademisi dari Universitas Padjajaran Bandung yang sudah lama berkecimpung dalam pengembangan literasi, serta Arbi Syafri Tanjung, seorang penggiat literasi sekaligus peneliti dari Sumatera Barat yang aktif mendorong gerakan membaca di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Alamria Pramana menyampaikan materi dengan topik “Artificial Intelligence sebagai Katalisator Pengembangan Literasi Digital”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), membuka peluang baru bagi dunia literasi.
Menurutnya, AI dapat membantu masyarakat dalam menemukan, mengakses, serta memahami berbagai sumber bacaan dengan lebih cepat dan tepat. Misalnya melalui aplikasi pencarian cerdas, platform edukasi berbasis digital, hingga penggunaan asisten virtual dalam dunia pendidikan.
“Teknologi kecerdasan buatan ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan bijak, AI bisa menjadi sahabat dalam meningkatkan minat baca dan memperkaya literasi masyarakat. Namun jika tidak diarahkan, justru bisa membuat generasi muda lebih banyak mengonsumsi informasi yang tidak bermanfaat,” ungkap Alamria dalam paparannya.
Ia juga menekankan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar kemampuan membaca di layar, tetapi juga keterampilan memahami, mengkritisi, dan memanfaatkan informasi dengan tepat.

Sementara itu, Prof. Dr. Agus Rusmana, MA menyoroti pentingnya menumbuhkan budaya membaca sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Menurutnya, literasi tidak hanya berhubungan dengan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang akan membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sedangkan Arbi Syafri Tanjung menekankan bahwa gerakan literasi harus berakar dari komunitas dan masyarakat. Ia mencontohkan berbagai program literasi berbasis komunitas yang telah berhasil di Sumatera Barat, dan berharap Mandailing Natal juga bisa menjadi daerah yang aktif mengembangkan tradisi baca tulis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal Khairunnida, S.Pd., MM dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. Dengan kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan literasi dapat menjadi pondasi kuat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Literasi adalah kunci peradaban. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membuka wawasan masyarakat bahwa membaca dan menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan kebutuhan hidup di era modern,” ujarnya.

Seminar ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, Mahasiswa Perguruan Tinggi, Guru, hingga Dosen. Kehadiran peserta lintas generasi ini menunjukkan bahwa literasi merupakan isu penting yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Antusiasme terlihat dari aktifnya diskusi dan tanya jawab yang berlangsung setelah sesi materi. Para peserta banyak menanyakan bagaimana cara praktis mengembangkan minat baca di tengah derasnya arus informasi digital, sekaligus bagaimana menghindari dampak negatif dari penggunaan teknologi.
Dengan terselenggaranya seminar literasi ini, diharapkan lahir semangat baru dalam menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Alamria Pramana, Prof. Dr. Agus Rusmana, dan Arbi Syafri Tanjung menjadi motivasi kuat bagi para peserta untuk terus mengembangkan diri melalui literasi, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Acara ini sekaligus menegaskan bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama, dan menjadi pintu menuju peningkatan kualitas bangsa Indonesia di masa depan
